Sekjen Seknas JOKOWI dan Pengamat UI Nilai Kinerja Kementan Sangat Bagus

By Admin


nusakini.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Seknas JOKOWI Osmar Tanjung menilai pencapaian kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) selama 2 tahun ini sangat bagus. Menurutnya, apa yang telah diupayakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman cukup luar biasa.

Hal ini, kata Osmar dibuktikan dengan berhasilnya Kementan untuk tidak melakukan impor beras sepanjang tahun 2016. “Ini kerja yang luar biasa mengingat Indonesia telah begitu lama tergantung dari impor”, ujarnya, Rabu (4/1/2017)

Osmar yakin Mentan Amran mampu mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi. “ Saya yakin itu bisa tercapai melihat bagaimana kerja keras Pak Mentan yang senantiasa turun ke lapangan untuk mengecek langsung perkembangan”, katanya.

Namun demikian, Osmar menambahkan bila pencapaian ini juga harus dibarengi dengan semakin intensifkan komunikasi untuk masyarakat dilakukan. “Mengomunikasikan pencapaian yang telah dilakukan itu sangat penting agar masyarakat paham dan tidak mengambil informasi lain yang bisa saja menyesatkan”, ujar Osmar.

Di samping itu, kata Osmar, hal yang harus semakin ditekankan ke depan adalah bagaimana Kementan mampu merangkul dan bersinergi dengan seluruh elemen kepentingan baik itu di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

“Sinergi dengan TNI, BUMN, Kemeterian Desa, Kementerian Koperasi dan Kementerian Perdagangan harus semakin diintensifkan. Namun bukan saja itu, sinergi dengan lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang terkait dengan pertanian juga harus dibangun. Karena merekalah yang juga bisa ikut mensosialisasikan hasil kinerja Pak Mentan”, ujarnya.

Senada dengan hal itu, pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Dr. Rizal E. Halim juga menyampaikan apresiasinya atas capaian kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, khususnya dalam mendorong produksi sejumlah komoditas dalam negeri termasuk padi.

Bahkan, menurut Rizal, di tahun 2016 impor beras sudah tidak dilakukan lagi. Adapun beras impor yang masuk pada 2016 tanya merupakan carry over (sisa) tahun 2015.

“Ini tentunya awal yang baik untuk mewujudkan swasembada beras sekaligus ketahanan dan kemandirian pangan nasional”, ujarnya,

Menurutnya, melambungnya produksi padi pada 2016 mencapai 79,14 juta ton atau meningkat 3,74 juta ton dibanding 2015 dan telah melebihi target 2017 sebesar 77 juta ton merupakan capaian yang sangat baik untuk meletakkan momentum ketahanan dan kemandirian pangan.

“Stok beras di Bulog juga mencapai 2,8 juta ton saat ini lebih tinggi dibadnagin 2015 sebesar 1,8 juta ton.Tidak hanya padi, tetapi komoditas jagung juga menunjukkan peningkatan yang baik. Produksi jagung 2016 mencapai 23, 16 juta ton pipilan kering, atau meningkat 3,55 juta ton dibanding 2015. Impor jagung 2016 juga menurun tajam hingg 0,9 juta ton atau turun lebih 50% dari tahun 2015 sebsar 3,2 juta ton” kata Rizal.

Selain di sektor produksi, kinerja Kementerian Pertanian juga pantas mendapat pujian, khususnya dalam mengelola supply-demand sejumlah komoditas dalam cuaca ekstrem sepanjang 2016, baik El Nino maupun La Nina.

Dengan demikian, lanjut Rizal, hal yang harus dilakukan Kementerian Pertanian untuk tetap mempertahankan capaian ini adalah dengan terus mengenjot peningkatan produktivitas komoditas pertanian sembari melakukan sosialisasi dengan intensif ke para pemangku kepentingan. Kementan juga harus semakin melakukan integrasi dengan sektor terkait, seperti perdagangan, perindustrian, koperasi dan UKMK serta BUMN.(b/mk)